Leave a comment

Kabupaten Demak

Wilayah Kabupaten Demak terbagi dalam 14 kecamatan yang terdiri dari 243 desa dan 6 kelurahan, 512 dusun, 6.326 Rukun Tetangga (RT) dan 1.262 Rukun Warga (RW)

Kabupaten Demak dari tahun 2005-2007 memiliki tingkat PDRB yang beragam dimana pada tahun 2007 merupakan tahun dengan tingkat PDRB tertinggi yaitu sebesar Rp. 2.570.573,49 dan PDRB terendah terjadi pada tahun 2005 dengan nilai Rp. 2.379.485,65. Rata-rata pendapatan PDRB atas harga konstan di Kabupaten Demak tertinggi berada di sektor pertanian yaitu sebesar 1.062.810,11 sedangkan terendah berada di sector listrik,gas dan air minum yaitu sebesar 15.742,89 A.

a.     Kawasan Peternakan

Peternakan di Kabupaten Demak dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu ternak besar (kuda, sapi potong, sapi perah dan kerbau), ternak kecil (kambing dan domba) dan ternak unggas dan kelinci (ayam, itik, puyuh, unggas lainnya dan kelinci). Ternak sapipotongm kerbau, kuda, kambing dan domba tersebar di seluruh kecamatan, begitu juga dengan ternak unggas juga tersebar di seluruh kecamatan.

b.     Kawasan Pariwisata

Di wilayah Kabupaten Demak yaitu pada daerah-daerah yang memiliki potensi kegiatan pariwisata baik pariwisata alam maupun buatan. Objek wisata di Kabupaten Demak antara lain adalah Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, Pantai Morosari, Pantai Morodemak, Pantai Surodadi, Hutan Wisata Wanasekar dan Waduk Bengkah, Bendung Gerak Kali Jajar, Museum Glagahwangi dan Agrowisata Kab. Demak

c.     Kawasan Permukiman

Perkembangan permukiman baik perkotaan maupun perdesaan yang menyebar ke seluruh wilayah menunjukan adanya potensi untuk mengurangi ketimpangan wilayah di Kabupaten Demak.

d.     Kawasan Industri

Kondisi  perindustrian di Kabupaten Demak dikelompokkan pada industri sedang/menengah, ndustri kecil/industri rumah tangga  dan industri kerajinan yang tersebar pada beberapa kecamatan.

Berbagai macam aktivitas industri dengan wilayah pengembangannya di Kabupaten Demak adalah sebagai berikut:

  1. Industri menengah
    1. Industri kasur/ bantal: Kecamatan Wedung
    2. Industri pakaian/ konveksi: seluruh kecamatan di Kabupaten Demak
    3. Industri pengolahan kayu/ mebel: Kecamatan Mranggen dan Sayung
    4. Industri genting: Kecamatan Mranggen
    5. Industri batu merah: Kecamatan Mranggen dan Guntur
  2. Industri rumah tangga
    1. Industri tempe: Kecamatan Mranggen, Guntur, Karangtengah, Demak, Wonosalam, Dempet, Karanganyar, dan Kebonagung.
    2. Industri krupuk: Kecamatan Mranggen, Karangawen, Sayung, Karangtengah, Demak, Dempet, Karanganyar, dan Wedung.
    3. Industri roti: seluruh kecamatan di Kabupaten Demak
    4. Industri jipang/ rengginang: Kecamatan Karangawen dan Demak.
  3. Industri kerajinan
    1. Anyaman bambu: Kecamatan Karangawen, Guntur, Karangtengah, Wonosalam, Dempat, dan Gajah.
    2. Gerabah: Kecamatan Karangawen
    3. Jala/ jaring: Kecamatan Mijen
    4. Kerajinan rambut: Kecamatan Mijen
    5. Mainan anak-anak: Kecamatan Sayung, Mijen, dan Wedung.
    6. Pengolahan limbah plastik: Kecamatan Mranggen
Sumber : RTRW Kabupaten Demak 2010-2030

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: