Leave a comment

Konsep Perancangan

Konsep Perancangan Kecamatan Mranggen

Berdasarkan teori Smart Growth yang lebih dikenal dengan Compact City dihasilkan empat elemen yang dapat dijadikan sebagai katalisator dalam mengendalikan sprawl di Kabupaten Demak.  Keempat elemen tersebut antara lain ruang terbuka publik, transportasi umum, pengembangan komersial area, dan pengemban ganpermukiman yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Dalam membuat suatu konsep, harus diperhatikan juga konsep dasar urban catalyst yaitu membentuk suatu kawasan yang mencangkup semua desain yaitu struktural, humanis, sistemik, dan formalitas. Konsep dasar urban catalyst ini selanjutnya dipadukan dengan empat elemen terpilih yang dijadikan katalisator sehingga menghasilkan tema besar dalam kegiatan studio perancangan dan manajemen pembangunan ini yaitu :

Demak, Our D.R.E.A.M Peripheral City

Dimana D.R.E.A.M ini merupakan singkatan dari Dynamic Economic, Residence, Environmental Friendly, Accesible, dan Manageable. Dalam RTRW Kabupaten Demak tahun 2010-2030 dijelas bahwa Kabupaten Demak dalam konteks Kedungsepur menjadi penyangga sebagai kota metropolitan. Oleh karena itu maka tujuan dari tema besar ini adalah untuk mewujudkan Kabupaten Demak yang mampu menjadi peripheral (kawasan pinggiran) impian dalam menyangga perkembangan Kota Semarang saat ini dan dimasa yg akan datang dengan cara mengembangkan keempat elemen katalisator yang terpilih sebelumnya.

  • Dynamic Economic

Dynamic Economic mencerminkan prinsip desain formalitas yang diharapkan menjadi wajah perkotaan yang sempurna. Konsep dynamic economic ini lebih diarahkan kepada pengembangan area – area komersial yang mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat di Kabupaten Demak.

  • Residential Fulfillment Amenities

Residential Fulfillment Amenities merupakan pengembangan prinsip desain fungsional dimana untuk Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Mranggen dan Karangawen yang terkena langsung dampak urban sprawl memiliki fungsi utama sebagai kawasan permukiman yang kini sangat berkembang cukup pesat. Diharapkan dengan perencanaan yang baik dalam bidang perumahan ini dapat menjadi katalisator utama untuk menghidupkan berbagai aktivitas di Kabupaten Demak. Perancangan permukiman dan perumahan ini difokuskan pada pelengkapan fasilitas dan infrastruktur yang ada.

  • Empowering Tourism

Empowering Tourism merupakan bagian dari konsep humanis, yang mana untuk mengatasi urban spawl yang ada di Kecamatan Mranggen perlu adanya suatu adanya integrasi antara penggunaan lahan dengan lingkungan yang mempertimbangkan faktor kenyamanan. Minimnya open space di kawasan yang terkena dampak urban sprawl membuat kawasan menjadi rawan mengalami degradasi lingkungan. Dengan konsep mengintegasikan penggunaan lahan dengan lingkungan maka diharapkan dapat menjadi catalyst agar kawasan dapat berkembang namun tetap terkendali dan berkenjutan.

  • Accesible Transportation

Accesible Transportation ini mengacu pada prinsip desain sistemik berupa pengembangan sistem transportasi umum yang memadai. Dengan terencananya transportasi maka konsep “walkable” dan kompak pada teori smart growth akan sangan mungkin untuk diwujudkan. Untuk sistem transportasi umum akan dikembangkan di Jalan Raya Mranggen dan Jalan Karangawen.

  • Manageable Development

Untuk konsep manageable Development ini akan dikaitan dengan tujuan utama tema besar ini yaitu mewujudkan peripheral impian yang dapat diatur, dikoordinasi, dan direncanakan dengan baik.

Konsep Perancangan Kawasan Stasiun Brumbung

Jika dilihat dari kondisi eksisting kawasan Stasiun Brumbung, maka yang harus diperbaiki dari kawasan ini adalah :

  • Mengubah image Stasiun Brumbung sebagai tempat prostusi menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Untuk meningkatkan daya tarik ini salah satu caranya adalah dengan menambah fasilitas baru seperti taman untuk wadah baru tempat masyarakat berkumpul dan peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan masyarakat untuk datang ke kawasan ini
  • Meningkatkan aktivitas pendukung di Stasiun Brumbung agar lebih menarik masyarakat sekitar untuk datang dan melakukan aktivitas di kawasan ini sehingga kawasan ini lebih memiliki nilai guna positif bagi masyarakat sekitarnya.

Untuk memperbaiki kawasan ini makan konsep yang akan dikembangkan dikawasan Stasiun Brumbung ini adalah “Revitalization of urban rail station area with Improvement Public facilities and Social Space”.

Konsep ini mendukung konsep D.R.E.A.M, khususnya untuk konsep Dynamic Economic dan Empowering Tourism. Terkait dengan Dynamic Economic, konsep ini melakukan revitalisasi terhadap kawasan Stasiun Brumbung untuk meningkatkan perekonomian, sedangkan untuk Empowering Tourism konsep ini bertujuan untuk menciptakan open space untuk tempat rekreasi baru bagi masyarakat setempat. Melalui kedua element ini diharapkan kawasan Stasiun Brumbung dapat menjadi Urban Catalyst di Kecamatan Mranggen

Tujuan utama dari konsep ini adalah mewujudkan kawasan stasiun agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar dengan berbagaimacam perbaikan kondisi yang ada terutama dalam pengadaan sarana dan prasarana yang memadai dan peningkatan nilai estetika kawasan agar lebih menarik untuk mengundang masyarakat datang ke kawasan ini.

Bentuk revitalisasi ini tidak difokuskan kepada bentuk bangunan dari stasiun itu sendiri, melainkan difokuskan kepada penambahan kelengkapan fasilitas dan peningkatan kualitas yang dirasa kurang nyaman bagi masyarakat sekitar. Salah satu contohnya adalah pembangunan jalur pedestrian yang dirasa dibutuhkan bagi siapapun yang mengakses kawasan stasiun ini dengan berjalan kaki.

Disisi lain, ada nilai positif yang dimiliki dari stasiun ini. Pada hari libur seperti hari minggu banyak masyarakat yang datang ke stasiun dengan tujuan hanya untuk menghabiskan minggu paginya dengan duduk-duduk dipinggir kereta disertai makanan khas yaitu nasi gambreng. Kondisi ini disebabkan oleh tidak adanya taman berupa tempat berkumpul masyarakat sehingga mereka menggunakan stasiun yang sepi sebagai tempat rekreasi ini. Minimnya taman yang ada di Kecamatan Mranggen ini memunculkan adanya rencana pembuatan taman baru dikawasan sekitar stasiun yang mewakili konteks “social space” di dalam konsep yang dipilih.

Justifikasi Pemilihan Konsep Perancangan Kawasan Stasiun Brumbung

Dalam menentukan pemilihan konsep pada kawasan perancangan di Stasiun Brumbung berdasarkan kepada permasalahan yang ada di kawasan ini. Permasalahan tersebut merupakan penjabaran dari beberapa aspek yang ada di kawasan Stasiun Brumbung. Berikut ini merupakan rangkuman dari analisis permasalahan yang ada di wilayah studi:

  • Tidak adanya lahan parkir di dalam Stasiun Brumbung, sehingga masyarakat merasa kesulitan jika ingin menitipkan kendaraannya terutama para penumpang kereta.
  •  Banyaknya para pedagang makanan yang berjualan di dalam stasiun setiap harinya terutama di waktu pagi dan akhir pekan. Para pedagang ini tidak terkelola dan terkontrol oleh pihak KAI sehingga menimbulkan kesemrawutan di dalam stasiun kereta api dan mengganggu kebersihan lingkungan.
  •  Aksesibilitas menuju Stasiun Brumbung sebenarnya mudah untuk dijangkau akan tetapi tidak ada petunjuk jalan atau tanda masuk yang jelas untuk menuju bangunan Stasiun Brumbung. Hal ini menyebabkan banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan stasiun brumbung khususnya masyarakat luar Kecamatan Mranggen.
  •  Kondisi jalan masuk yang kurang baik dan fasilitasnya tidak lengkap seperti kurang adanya lampu penerangan, pedestrian ways dan permukaan jalan yang tidak rata sehingga dapat menimbulkan genangan banjir ketika hujan.
  • Image kawasan Brumbung yang buruk akibat adanya persepsi masyarakat yang sering menyebut lokasi ini sebagai tempat prostitusi. Kondisi seperti ini meresahkan warga sekitar kawasan Stasiun Brumbung yang berdampak pada terhambatnya perkembangan kawasan.
  • Kurangnya lokasi bermain dan berekreasi seperti taman bagi masyarakat Mranggen.

Untuk memecahkan permasalahan di atas diperlukan konsep-konsep pengembangan dan perbaikan kondisi kawasan perancangan dengan baik dan saling terintegrasi. Maka dari itu terciptalah konsep perancangan “Revitalization of urban rail station area with Improvement Public Facilities and Social Space desirability” untuk mengurangi permasalahan yang ada dan mampu membawa kawasan Stasiun Brumbung sebagai salah satu katalisator dari Mranggen untuk menuju kawasan yang mampu menjadi penyangga Kota Semarang. Salah satu konsep revitalisasi yang akan dilakukan yaitu social space berupa taman edukasi yang akan dibangun di stasiun brumbung guna memberikan sarana rekreasi yang edukatif bagi masyarakat setempat, serta mampu meningkatkan fungsi dari stasiun itu sendiri dan memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Dari konsep revitalisasi yang akan dilakukan, ditentukan yang akan menjadi katalisator penggerak dan pengendali kawasan ini adalah :

  1. Social Space

Open space yang akan direncanakan berupa taman aktif yang lebih bersifat taman edukasi di sekitar Stasiun Brumbung. Ide pengadaan taman ini didasari oleh banyaknya masyarakat yang datang ke stasiun dengan duduk – duduk di rel. Karena di nilai kondisi seperti ini cukup berbahaya, maka sebaiknya ada wadah taman yang diletakkan samping stasiun. Hal ini menjadikan masyarakat tidak lagi duduk – duduk di rel kereta namun mereka melakukan aktivitas rekreasi di taman dengan tetap sebagai obyek utama rekreasi melihat kereta lewat tetap ada. Konsep edukasi di bentuk agar taman yang ada lebih bernilai fungsi positif bagi masyarakat sekitar khususnya anak – anak. Edukasi ini lebih kepada perkenalan tentang kereta dan sistem lalu lintas. Jadi di taman ini akan ditambahkan “furniture” berupa papan-papan rambu lalu lintas untuk mengenalkan secara dini tentang rambu lalu lintas dan info – info perkertaapian sehingga masyarakat lebih paham tentang sistem transportasi ini. untuk mengurangi prostiusi di kawasan ini, ditambahan berbagai lampu penerangan diberbagai titik dengan bentuk lampu yang unik.

  1. Public Fasilities

Public Fasilities yang akan direncanakan pada kawasan ini berupa :

  • Museum kereta api yang direncanakan dibangun di gedung penyimpanan pupuk yang sudah tidak terpakai lagi. museum ini akan dijadikan sarana untuk wisata sejarah sehingga menambah pengetahuan tentang kereta api saat ini. Sasaran utama museum ini adalah anak – anak sekolah yang ingin menambah pengetahuan diluar lingkungan sekolahnya.
  • Pujasera pusat kuliner, pujasera ini dikonsepkan sebagai tempat berkumpulnya kuliner sehingga menarik masyarakat untuk datang ke kawasan stasiun ini. pada malam hari juga akan tetap beroperasi untuk meningkatkan aktivitas malam yang positif sehingga aktivitas prostitusi di kawasan ini semakin berkurang.

Best Practise dalam Pengembangan Kawasan Stasiun Brumbung

Taman Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Binjai

Di Sumatera Utara khususnya kota Medan dan sekitarnya, Taman Lalu Lintas sekelas Ade Irma Suryani Nasution di Bandung direncanakan akan dibangun pada lahan milik PT Kereta Api di stasiun Binjai. Untuk merancang pembangunan Taman Lalu Lintas ini Polda Sumut, Kadishub dan PT Kereta Api saling berkoordinasi mengenai desaign perancangan. Saat ini stasiun Binjai hanya berfungsi melayani penumpang KA Komuter KRD Lelawangsa sehingga frekunsi aktifitas naik turun penumpangpun tidak banyak. Alasan pemilihan stasiun KA Binjai sebagai lokasi pembangunan Taman Lalu Lintas, juga terkait dengan keberadaan terminal bus antar kota di tempat itu. Dengan adanya terminal bus tersebut, anak TK pengunjung taman lalu lintas nantinya tidak hanya diharapkan dari kota Medan yang awalnya lebih diperkenalkan untuk naik KRD Lelawangsa, tetapi juga dari luar kota Medan. Pemrakarsa gagasan ini idealnya adalah PT KAI Divisi Regional I Sumut, karena melihat sejumlah manfaat yang kelak diperoleh PT KAI pasca berdirinya Taman Lalu Lintas di stasiun Binjai. Tetapi untuk pengelolaan dalam jangka panjang dapat dipercayakan kepada event organization (EO) yang professional. Dan yang lebih penting lagi, dalam merancang tata letak (lay-out) aneka prasarana, sarana dan atribut yang diperlukan di Taman Lalu Lintas diperlukan kerjasama terpadu antara PT KAI, Dishub dan Dinas Pariwisata serta Kapolda Sumut. Di taman ini akan tersedia permainan yang dapat membantu anak mempelajari etika dan peraturan lalu lintas. Selain itu, terdapat pula berbagai wahana permainan dan rekreasi yang menyatu dengan alam. Dalam jangka panjang, model pembangunan Taman Lalu Lintas ini juga dapat digagas di beberapa stasiun KA lainnya sepanjang lintasan KA di Sumut. Misalnya di Lubukpakam, Tebingtinggi, Siantar, Kisaran, Tanjungbalai, Rantau Prapat, bahkan juga pada lintasan KA yang sudah tidak dilalui KA seperti Pangkalan Berandan. Untuk kawasan stasiun Brumbung, konsep penyediaan taman edukasi yang mengutip dari pengembangan Stasiun Binjai Medan. Walaupun kondisi stasiun berbeda, akan tetapi penambahan taman edukasi ini dirasakan cocok dikembangkan di Stasiun Brumbung dimana dikawasan ini kurang adanya wadah untuk berkumpul. Dengan adanya taman ini diharapkan fungsi kawasan ini semakin meningkat kearah postif seperti berikut:

  • Penyediaan taman seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi wilayah perancangan. Dengan adanya taman edukasi ini dapat menjadi sarana rekreasi masyarakat khususnya bagi anak-anak, selain berekreasi anak-anak juga dapat belajar mengenai transportasi khusunya kereta api.
  • Adanya taman dapat dijadikan sebagai katalisator yang memberikan tambahan nilai positif bagi masyarakat sekitar stasiun karena dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komersil.
  • Dengan adanya taman edukasi yang nantinya bermanfaat dan ramai dikunjungi oleh masyarakat akan memberikan dampak pada nilai lahan kawasan yang semakin meningkat.
  • Dapat dijadikan  sebagai ciri khas atau identitas dari stasiun brumbung yang dengan mudah dapat dikenali oleh masyarakat.
  • Membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasannya dan dapat menjalin hubungan dengan instansi lain seperti Dinas Pariwisata, PT KAI dan dishub untuk merealisasikan program penyediaan taman edukasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: